kursor
Kamis, 21 Mei 2015
Metoda Ilmiah
Ilmu kimia berkembang karena adanya penemuan-penemuan yag dilakukan oleh para ahli kimia melalui pengamatan terhadap fenomena-fenomena kimia. Pada prosesnya para ahli tersebut menerapkan konsep metode ilmiah. Apa yang dimaksud dengan metode ilmiah ? Apa saja langkah-langkah dalam metode iomiah ? Bagaimana penerapannya ?
Hakikat Ilmu Kimia
Kata “Ilmu Kimia” bagi siswa bagi siswa yang baru mulai
mepelajarinya si sekolah menengah tingkat atas tentu bukanlah termasuk kata
yang baru. Mungkin di antara siswasebelumnya mengira bahwa kimia merupakan pelajaran
yang suli. Sebenarnya tidak demikian. Apa itu ilmu kimia dan bagaimana
mengetahuinya ?
Rabu, 20 Mei 2015
Alkana
Tata Nama Alkana:
Alkana (juga disebut dengan parafin) adalah senyawa kimia hidrokarbon jenuh asiklis. Alkana termasuk senyawa alifatik. Dengan kata lain, alkana adalah sebuah rantai karbon panjang dengan ikatan-ikatan tunggal. Rumus umum untuk alkana adalah CnH2n+2. Alkana yang paling sederhana adalah metana dengan rumus CH4. Struktur rantai alkana dapat berupa rantai lurus atau dapat pula berupa rantai bercabang.
Rumus molekul dan nama alkana dari rantai lurus dengan jumlah atom karbon 1 sampai 10, yaitu metana hingga dekana diberikan pada Tabel berikut:
untuk molekul 3 dimensinya dapat dilihat sebagai berikut:
1. Metana
2. Etana
3. Propana
3. Butana
5. Pentana
6. Heksana
7. Heptana
8. Oktana
9. Nonana
10. Dekana
Alkana (juga disebut dengan parafin) adalah senyawa kimia hidrokarbon jenuh asiklis. Alkana termasuk senyawa alifatik. Dengan kata lain, alkana adalah sebuah rantai karbon panjang dengan ikatan-ikatan tunggal. Rumus umum untuk alkana adalah CnH2n+2. Alkana yang paling sederhana adalah metana dengan rumus CH4. Struktur rantai alkana dapat berupa rantai lurus atau dapat pula berupa rantai bercabang.
Rumus molekul dan nama alkana dari rantai lurus dengan jumlah atom karbon 1 sampai 10, yaitu metana hingga dekana diberikan pada Tabel berikut:
Tabel Suku pertama sampai dengan 10 senyawa
alkana
Suku ke
|
n
|
rumus
molekul
|
nama
|
1
|
1
|
CH4
|
metana
|
2
|
2
|
C2H6
|
etana
|
3
|
3
|
C3H8
|
propana
|
4
|
4
|
C4H10
|
butana
|
5
|
5
|
C5H12
|
pentana
|
6
|
6
|
C6H14
|
heksana
|
7
|
7
|
C7H16
|
heptana
|
8
|
8
|
C8H18
|
oktana
|
9
|
9
|
C9H20
|
nonana
|
10
|
10
|
C10H22
|
dekana
|
untuk molekul 3 dimensinya dapat dilihat sebagai berikut:
1. Metana
2. Etana
3. Propana
3. Butana
5. Pentana
6. Heksana
7. Heptana
8. Oktana
9. Nonana
10. Dekana
Selasa, 21 April 2015
Makalah destilasi uap
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Destilasi
Uap
Destilasi
adalah suatu proses pemurnian yang didahului dengan penguapan senyawa cair
dengan cara memanaskannya, kemudian mengembunkan uap yang terbentuk. Prinsip
dasar dari destilasi adalah perbedaan titik didih dari zat-zat cair dalam
campuran zat cair tersebut sehingga zat (senyawa) yang memiliki titik didih
terendah akan menguap lebih dahulu, kemudian apabila didinginkan akan mengembun
dan menetes sebagai zat murni (destilat).
Untuk
memurnikan zat/senyawa cair yang tidak larut dalam air, dan titik didihnya
cukup tinggi, sedangkan sebelum zat cair tersebut mencapai titik didihnya, zat
cair sudah terurai, teroksidasi atau mengalami reaksi pengubahan
(rearranagement), maka zat cair tersebut tidak dapat dimurnikan secara
destilasi sederhana atau destilasi bertingkat, melainkan harus didestilasi
dengan destilasi uap.
Destilasi
uap adalah istilah yang secara umum digunakan untuk destilasi campuran air
dengan senyawa yang tidak larut dalam air, dengan cara mengalirkan uap air ke
dalam campuran sehingga bagian yang dapat menguap berubah menjadi uap pada
temperatur yang lebih rendah dari pada dengan pemanasan langsung. Untuk
destilasi uap, labu yang berisi senyawa yang akan dimurnikan dihubungkan dengan
labu pembangkit uap. Uap air yang dialirkan ke dalam labu yang berisi senyawa
yang akan dimurnikan, dimaksudkan untuk menurunkan titik didih senyawa
tersebut, karena titik didih suatu campuran lebih rendah dari pada titik didih
komponen-komponennya.
RPP persamaan reaksi
RENCANA
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Satuan
Pendidikan : SMAN 1 Sukoharjo
Kelas/Semester : X (Sepuluh)/ Genap
Mata
Pelajaran : Kimia
Topik : Hukum dasar kimia,
Konsep Ar dan Mr, Persen massa dan unsur, Konsep mol, Rumus Empiris, Rumus
Molekul, Persamaan reksi dan penerapannya dalam perhitungan kimia
Alokasi Waktu : 3 x 45 menit
A.
Kompetensi
Dasar
1.1 Menyadari adanya keteraturan struktur
partikel materi sebagai wujud kebesaran Tuhan YME dan pengetahuan tentang
struktur partikel materi sebagai hasil pemikiran kreatif manusia yang
kebenarannya bersifat tentatif.
2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa
ingin tahu, disiplin, jujur, objektif, terbuka, mampu membedakan fakta dan
opini, ulet, teliti, bertanggung jawab, kritis, kreatif, inovatif, demokratis,
komunikatif) dalam merancang dan melakukan percobaan serta berdiskusi yang
diwujudkan dalam sikap sehari-hari.
2.2 Menunjukkan perilaku kerjasama, santun, toleran,
cinta damai dan peduli lingkungan serta hemat dalam memanfaatkan sumber daya
alam.
3.11 Menerapkan konsep massa molekul relatif,
persamaan reaksi, hukum-hukum dasar kimia, dan konsep mol untuk menyelesaikan
perhitungan kimia.
4.11 Mengolah dan menganalisis data terkait massa
molekul relatif, persamaan reaksi, hukum-hukum dasar kimia, dan konsep mol
untuk menyelesaikan perhitungan kimia.
B.
Indikator
Pencapaian Kompetensi
1.1.1
Mengagumi kebesaran Tuhan YME atas adanya
keteraturan jumlah atom yang sama antara sebelum dan setelah reaksi pada suatu
persamaan reaksi.
2.1.1
Menunjukkan sikap teliti dalam
mengerjakan suatu penyetaraan reaksi kimia.
2.1.2
Menunjukkan rasa ingin tahu dengan
bertanya mengenai penulisan persamaan reaksi kimia yang benar.
2.2.1
Mengemukakan pendapat dengan bahasa yang
santun.
3.11.1
Menjelaskan pengertian persamaan reaksi.
3.11.2
Menjelaskan pengertian produk dan
reaktan.
3.11.3
Menyebutkan produk dan reaktan dari
suatu persamaan reaksi.
3.11.4
Menjelaskan makna tanda panah dalam
suatu persamaan reaksi.
3.11.5
Menjelaskan pengertian koefisien reaksi.
3.11.6
Menuliskan persamaan reaksi.
3.11.7
Menyetarakan suatu persamaan reaksi yang
belum setara.
4.11.1
Mengamati video reaksi antara natrium
dengan air
4.11.2
Mencari informasi mengenai makna tanda
panah dan penulisan fase zat yang terlibat dalalm reaksi kimia.
4.11.3
Menghubungakan makna tanda panah dengan
produk dan reaktan.
4.11.4
Menyimpulkan pengertian produk dan reaktan.
4.11.5
Mengidentifikasi zat pereaksi dan produk
dalam suatu persamaan reaksi.
4.11.6
Mengidentifikasi jenis dan jumlah setiap
jenis atom pereaksi dan produk dari persamaan reaksi.
4.11.7
Membandingkan jumlah setiap jenis atom pereaksi
dan produk dari persamaan reaksi tersebut.
4.11.8
Menentukan koefisien reaksi dari suatu persamaan reaksi
kimia yang belum setara.
4.11.9
Menyimpulkan persamaan reaksi.
Jumat, 17 April 2015
Penyebaran Obat dalam Tubuh
BAB
I
PENDAHULUAN
1.
Latar
Belakang
Penyebaran obat
merupakan proses yang dialami obat, mulai dari penyerapan sampai ia mencapai
jaringan yang terletak jauh dari tempat penyerapan itu. Dalam penyebaran obat
ini dimulai dari penyerapan obat atau absorbsi, kemudian distribusi obat dalam
tubuh. Absorpsi merupakan proses penyerapan obat dari tempat pemberian, menyangkut kelengkapan dan kecepatan proses menuju sirkulasi sistemik. Penyebaran obat adalah peristiwa pertama yang
mempengaruhi aktivitas obat in vivo.
Obat parental biasanya berupa larutan dan dapat diserap dengan cepat tetapi
sebaliknya obat oral biasanya dalam bentuk padat, membawa sejumlah peubah yang
menentukan pelarutan, penyerapan, ketersediaan hayati, dan kecepatan obat
mencapai sasarannya.
Dalam
penyebaran obat terdapat parameter yang menentukan hasil akhir pemakaian obat
meliputi pelarutan obat, pemberian obat melalui saluran cerna, pemberian obat
secara parenteral, ketersediaaan hayati obat, penyebaran obat, keragaman
fermakokenik, serta eliminasi obat. Oleh karena itu, makalah ini kami buat dengan
harapan pembaca dapat memahami dan mengetahui penyebaran obat yang lebih
spesifik lagi.
Langganan:
Postingan (Atom)